Aktivitas Terapi HFIX Dicapai Setelah Pengobatan AAV5-hFIX Tunggal pada Pasien Hemofilia B dan NHP dengan NAB Anti-AAV5 yang sudah ada

Aktivitas Terapi HFIX Dicapai Setelah Pengobatan AAV5-hFIX Tunggal pada Pasien Hemofilia B dan NHP dengan NAB Anti-AAV5 yang sudah ada

Terapi Molekuler: Metode & Pengembangan Klinis (05/27/19). Majowicz, Anna; Nijmeijer, Bart; Lampen, Margit H .; et al.

Karena potensi kekebalan yang sudah ada sebelumnya untuk secara negatif mempengaruhi kemanjuran terapi gen yang terkait adeno (AAV), banyak uji klinis terapi gen berbasis AAV mengecualikan pasien dengan antibodi penetralisir yang sudah ada sebelumnya (NAB) yang diarahkan terhadap protein kapsid. Miesbach et al. (Darah, 2018) sebelumnya telah melaporkan keamanan dan kemanjuran AMT-060 (AAV5-hFIX) pada 10 laki-laki dewasa dengan hemofilia B. Sebelum pengobatan, semua laki-laki ini dianggap negatif untuk NAB anti-AAV5 menggunakan uji berbasis protein hijau-fluorescent. Dalam studi saat ini, para peneliti mengevaluasi dampak NAB anti-AAV5 yang sudah ada sebelumnya yang diukur dengan menggunakan tes yang lebih sensitif (berbasis luciferase) pada hasil kemanjuran pada peserta studi AMT-060, dan pada primata bukan manusia (NHP) yang diobati dengan AAV5 -HFIX. Dengan menggunakan uji berbasis luciferase, 3 dari 10 pasien dari penelitian AMT-060 dinyatakan positif untuk NAB anti-AAV yang sudah ada sebelumnya (dengan titer berukuran hingga 1: 340); namun tidak ada korelasi antara keberadaan NAB yang sudah ada sebelumnya dan tingkat hFIX setelah transfer gen AMT-060 diamati. Temuan ini didukung oleh hasil dari NHP, di mana keberadaan titer NAB anti-AAV5 yang sudah ada sebelumnya tidak berdampak negatif terhadap transduksi hati HFIX. Dalam uji coba AMT-061 yang sedang berlangsung (AAV5-hFIX Padua), pasien dengan NAB anti-AAV5 tidak dikecualikan; memang penulis melaporkan bahwa 3 pasien dengan kadar NAB anti-AAV5 yang rendah sebelum pengobatan memiliki kadar HFIX yang bermakna setelah pengobatan AMT-061.

Tautan Web